Dari Standar ke Audit: LPMPP UPNVY Siapkan Auditor AMI Bersertifikat
Komitmen terhadap mutu tidak berhenti pada penetapan standar, tetapi harus dibuktikan lewat pemeriksaan yang objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Semangat itulah yang mendorong Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UPN "Veteran" Yogyakarta mengirimkan 5 orang calon auditor untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Audit Mutu Internal (AMI) pada 15-16 Oktober 2026 di Yogyakarta. Diklat luring yang diselenggarakan Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas Gadjah Mada ini menjadi lanjutan dari Pelatihan SPMI yang telah diikuti LPMPP sebelumnya.
Selama dua hari, kelima peserta dibekali pemahaman menyeluruh tentang audit mutu internal, mulai dari konsep dasar AMI, perencanaan dan pelaksanaan audit, hingga teknik audit di lapangan. Peserta juga mempelajari etika auditor sebagai pegangan agar audit tetap independen dan objektif. Diklat dilanjutkan dengan praktik audit dan penyusunan laporan audit, lalu ditutup dengan ujian tertulis. Peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh sertifikat auditor AMI.
Bagi LPMPP, auditor yang kompeten adalah fondasi siklus penjaminan mutu. Standar yang baik belum cukup bila tidak diikuti audit yang cermat, temuan yang tajam, dan tindak lanjut yang nyata. Diklat ini diharapkan melahirkan auditor internal baru yang memahami proses sekaligus mampu menjalankan perannya dengan integritas, sehingga hasil AMI benar-benar menjadi dasar perbaikan di tingkat universitas, fakultas, dan program studi.
Langkah ini melengkapi rangkaian penguatan SPMI yang konsisten dijalankan LPMPP. Setelah mengirimkan peserta pelatihan SPMI pada Agustus dan Oktober 2026, LPMPP kini memperkuat sisi pemeriksaan melalui pembekalan calon auditor. Kombinasi ini diharapkan membuat SPMI di UPN "Veteran" Yogyakarta berjalan utuh, dari penetapan standar, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian dan peningkatan mutu.
Dengan bertambahnya auditor yang kompeten dan tersertifikasi, UPN "Veteran" Yogyakarta menegaskan bahwa mutu bukan sekadar dokumen, melainkan budaya yang dijaga bersama dan terus ditingkatkan.