LPMPP UPN “Veteran” Yogyakarta Gelar Workshop Tim Pelaksana Monev SPMI untuk Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran atau LPMPP Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “Sinergi Mutu: Workshop Tim Pelaksana Monitoring dan Evaluasi SPMI” pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Hotel Platinum, Yogyakarta.
Workshop ini mengundang Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, dan diikuti oleh Koordinator Program Studi, Wakil Dekan Akademik, serta Tim Pelaksana Monitoring dan Evaluasi (Timlak Monev) SPMI di lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta. Selain peserta internal, kegiatan ini juga melibatkan unit penjaminan mutu dari sejumlah perguruan tinggi mitra di Yogyakarta, antara lain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Universitas Janabadra Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan STIE YKPN Yogyakarta. Kepala LPMPP UPN “Veteran” Yogyakarta, yang diwakili oleh Sekretaris LPMPP menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun sinergi pelaksanaan monitoring dan evaluasi SPMI.
Materi workshop menekankan adanya perubahan paradigma penjaminan mutu pendidikan tinggi, terutama setelah terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dalam materi kegiatan dijelaskan bahwa penjaminan mutu kini bergerak dari pendekatan compliance atau kepatuhan administratif menuju quality culture, yaitu budaya mutu yang berkelanjutan dan melekat dalam tata kelola perguruan tinggi. SN Dikti diposisikan sebagai standar minimum yang harus dipenuhi, sementara perguruan tinggi didorong untuk menetapkan standar internal yang lebih tinggi sesuai visi, misi, karakteristik, serta target institusi.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya penguatan monev SPMI berbasis data, luaran, kinerja, dan dampak. Dalam konteks regulasi baru, akreditasi dan evaluasi mutu pendidikan tinggi semakin diarahkan pada pemanfaatan data PD Dikti, indikator kinerja, luaran tridarma, serta evaluasi berbasis risiko. Dengan demikian, penjaminan mutu tidak lagi dipahami sebatas pemenuhan dokumen, melainkan sebagai proses sistemik untuk memastikan capaian nyata dan keberlanjutan peningkatan mutu.
Melalui kegiatan ini, LPMPP UPN “Veteran” Yogyakarta berharap seluruh tim pelaksana monitoring dan evaluasi SPMI mampu berperan lebih aktif sebagai penggerak budaya mutu di unit masing-masing. Monev SPMI diharapkan menjadi bagian dari siklus perbaikan berkelanjutan yang mendukung penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesiapan institusi dalam menghadapi dinamika penjaminan mutu di tingkat nasional maupun internasional.